Category: Edukasi

  • Hebat Gerak Cepat Dan Presisi Polres Metro Bekasi Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras di Tambun Selatan

    Respons cepat dan kerja profesional ditunjukkan oleh jajaran Polres Metro Bekasi dalam mengungkap kasus penyiraman cairan kimia berbahaya yang terjadi di Tambun Selatan. Dalam waktu singkat, tiga pelaku berhasil diamankan, menegaskan komitmen Polri dalam menjaga keamanan serta melindungi masyarakat dari tindak kekerasan.

    Gerak Cepat Dan Presisi Polres Metro Bekasi Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras di Tambun Selatan

    Pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni bersama jajaran dalam kegiatan jumpa pers. Berbekal keterangan saksi, serta penyelidikan mendalam, tim gabungan Satreskrim dan Polsek Tambun Selatan bergerak cepat hingga berhasil menangkap para pelaku di lokasi berbeda. Polres Metro Bekasi memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

    Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 tersebut menyebabkan korban mengalami luka bakar serius akibat cairan kimia berbahaya.

    Polres Metro Bekasi menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas serta memastikan perlindungan bagi korban dan saksi sebagai bagian dari komitmen pelayanan yang humanis dan berkeadilan.

    #poldametrojaya
    #polriuntukmasyarakat
    #JagaJakarta+

  • Kapolri Apresiasi Anggota Polri Menunjukkan Teladan Kesabaran dan Humanis Saat Tugas Dilapangan , “Jika Ada Berprestasi Laporkan Ke Saya”

    Kapolri Apresiasi Anggota Polri Menunjukkan Teladan Kesabaran dan Humanis Saat Tugas Dilapangan , “Jika Ada Berprestasi Laporkan Ke Saya”

    Jakarta
    Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi dalam pernyataan nya memberikan apresiasi kepada anggota polri yang menunjukkan keteladanan saat bertugas dilapangan . Dalam penanganan unjuk rasa yang berlangsung sore hari di Mabes Polri pada tanggal 27 Februari 2026

    Seorang anggota tetap tenang dan sabar meski dicaci maki massa dan tidak terpancing emosi , saat pengamanan aksi demo tersebut

    Sikap humanis dan profesional tersebut dinilai sebagai standar ideal dalam pengamanan aksi demonstrasi .

    Termasuk di Tual salah satu anggota polisi , Kapolres tetap pimpin pengamanan walau terkena anak panah .

    Dedikasi dan keberanian tersebut layak mendapat penghargaan tertinggi

    Kapolri meminta jajaran untuk segera melaporkan anggota yang dinilai berprestasi dalam bertugas , agar diberikan reward untuk diberikan kesempatan pendidikan pengembangan maupun promosi jabatan .

    Langkah ini menjadi bukti bahwa profesionalisme , kesabaran dan keberanian anggota dilapangan tidak luput dari perhatian ” ungkap Kapolri.

  • Berbagi di Laut, Ditpolairud Polda Sulut Hadir untuk Nelayan di Selat Lembeh

    Berbagi di Laut, Ditpolairud Polda Sulut Hadir untuk Nelayan di Selat Lembeh

    Semangat berbagi di bulan Ramadan tidak hanya terasa di daratan, tetapi juga menjangkau wilayah perairan. Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada para nelayan yang sedang melaut di sekitar Selat Lembeh.

    Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat pesisir yang tetap beraktivitas mencari nafkah di tengah menjalankan ibadah puasa.

    Dengan mendatangi langsung para nelayan di perairan, personel Ditpolairud menunjukkan bahwa kehadiran Polri bukan hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga dalam membangun kedekatan dan kebersamaan.

    Aksi sederhana ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat nelayan, sekaligus menghadirkan suasana Ramadan yang penuh kebersamaan dan kepedulian. Melalui langkah-langkah humanis seperti ini, nilai solidaritas dan empati terus ditumbuhkan demi terciptanya lingkungan yang harmonis.

    #Polairud
    #PoldaSulut
    #BerbagiTakjil
    #RamadanBerkah
    #PolriUntukMasyarakat

  • Kapolda Sumsel Pimpin Pemusnahan Barang Bukti, Tegaskan Komitmen Berantas Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika

    Kapolda Sumsel Pimpin Pemusnahan Barang Bukti, Tegaskan Komitmen Berantas Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika

    Palembang – Komitmen pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sumatera Selatan terus digencarkan secara masif dan berkelanjutan. Polda Sumsel menyatakan perang total terhadap peredaran gelap narkoba dengan memusnahkan barang bukti hasil pengungkapan periode November 2025 hingga Januari 2026.

    Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung pemusnahan 8.282 gram sabu dan 770 butir ekstasi di Polrestabes Palembang. Langkah ini menjadi simbol ketegasan negara dalam memutus mata rantai distribusi narkotika yang merusak generasi bangsa.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kombes Pol Yulian Perdana, S.I.K. Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Hari Purnomo, S.I.K., S.H., M.H., M.Han. Direktur Binmas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. – Kabid Humas Polda Sumsel

    Pengungkapan kasus ini berkembang signifikan setelah penyidik mengamankan dua warga negara asing asal Malaysia yang diduga terlibat dalam rantai distribusi narkotika lintas negara.

    Selain itu, aparat menemukan modus baru peredaran narkotika berbentuk cartridge yang mengandung zat THC dan Etomidate. Dari temuan awal 17 cartridge, pengembangan perkara meningkat menjadi 91 cartridge.

    Pola distribusi modern serta keterlibatan warga negara asing tersebut mengindikasikan adanya jaringan internasional yang mencoba menjadikan Sumatera Selatan sebagai jalur peredaran maupun pasar narkotika.

    Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa ancaman ini tidak bisa dianggap biasa.
    “Polda Sumsel berkomitmen untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika” tegas Kapolda Sumsel.

    Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada penangkapan pelaku lapangan.

  • Strategi Jemput Bola ke Gudang Sarinah, SKCK Online Keliling Polda Metro Jaya Permudah Warga

    Strategi Jemput Bola ke Gudang Sarinah, SKCK Online Keliling Polda Metro Jaya Permudah Warga

    Jakarta — Strategi “jemput bola” kembali diterapkan Polda Metro Jaya melalui layanan SKCK Online Keliling. Kali ini, pelayanan hadir langsung di Gudang Sarinah, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026), untuk mendekatkan akses administrasi kepolisian kepada masyarakat.

    Salah satu pemohon, Ruli, mengaku terbantu dengan konsep pelayanan yang tidak lagi mengharuskannya datang ke kantor polisi. “Nama saya Rudi, sudah membuat SKCK online. Pelayanannya pas satu hari. Terima kasih untuk Polda, sudah bisa jemput bola. Jadi tidak perlu ke Polda atau ke Polres, cukup dekat kantor saja,” ujarnya.

    Pelayanan yang dilaksanakan di kawasan Gudang Sarinah, Cikoko, Pancoran tersebut disambut antusias warga. Selain prosesnya cepat, pemohon juga merasa lebih efisien karena waktu tunggu relatif singkat dan tahapan administrasi telah dilakukan secara daring sebelumnya.

    Pamin 1 Sie Yanmin Ditintelkam Polda Metro Jaya, Ipda M. Alghifari, menjelaskan bahwa layanan keliling ini merupakan bentuk transformasi pelayanan publik berbasis teknologi. “Masyarakat cukup mengunduh POLRI Super App, memilih menu SKCK, mengunggah dokumen persyaratan, lalu datang ke lokasi pelayanan untuk verifikasi dan pencetakan,” jelasnya.

    Melalui pendekatan jemput bola ini, Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan yang lebih adaptif, efisien, dan transparan. Inovasi tersebut menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mewujudkan pelayanan publik yang modern, responsif, dan semakin dekat dengan masyarakat.

  • Blogger Polri : Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan: Amanat Presiden dan Jalan Pengabdian Polri

    Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan: Amanat Presiden dan Jalan Pengabdian Polri

    Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan: Amanat Presiden dan Jalan Pengabdian Polri

     

    JAKARTA, BERITA SENAYAN – Seruan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo agar seluruh jajaran Polri berjuang “sampai titik darah penghabisan” di bawah Presiden perlu dibaca sebagai penegasan arah pengabdian, bukan sekadar ungkapan heroik. Ia adalah perintah moral dan konstitusional yang menempatkan Polri sebagai instrumen utama negara dalam memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh rakyat.

    Dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, Presiden memegang mandat langsung dari rakyat. Karena itu, loyalitas Polri kepada Presiden pada hakikatnya adalah loyalitas kepada kepentingan publik. Polri ditempatkan bukan untuk membela kekuasaan, melainkan untuk menjamin rasa aman, keadilan, dan perlindungan bagi warga negara. Di titik inilah makna “sampai titik darah penghabisan” menjadi jelas: bekerja tanpa setengah hati, dengan integritas penuh, dan dengan kesetiaan total kepada tujuan pengabdian.

    Makna tersebut menegaskan bahwa keberanian Polri bukan hanya diuji dalam situasi krisis, tetapi juga dalam konsistensi menjalankan tugas sehari-hari: melayani masyarakat dengan adil, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, serta menjaga martabat setiap warga negara yang berhadapan dengan hukum.

    Pandangan ini sejalan dengan cara berpikir konstitusional Presiden Prabowo Subianto mengenai fungsi lembaga keamanan negara. Sejak sebelum menjabat, Prabowo kerap menekankan bahwa TNI dan Polri adalah pilar utama kehadiran negara dalam melindungi rakyat. Dalam berbagai forum resmi, beliau menegaskan pentingnya profesionalisme, netralitas, dan loyalitas institusi keamanan kepada kepentingan bangsa. Dalam kerangka itu, posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden dipahami sebagai desain konstitusional yang paling efektif untuk memastikan negara hadir secara utuh, cepat, dan bertanggung jawab dalam menjamin rasa aman serta keadilan bagi seluruh warga negara.

    Kepercayaan besar Presiden kepada Polri juga memperoleh landasan objektif dari meningkatnya kepercayaan publik. Dalam Laporan Akhir Tahun Kapolri 2025, disampaikan bahwa berbagai lembaga survei independen menunjukkan tren positif terhadap citra dan kinerja kepolisian.

    Hasil Survei Litbang Kompas 2025 mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri berada di kisaran 76–78 persen, tertinggi di antara lembaga penegak hukum lainnya. Angka ini mencerminkan adanya pengakuan publik atas perbaikan pelayanan, peningkatan transparansi, serta respons yang lebih cepat terhadap pengaduan masyarakat.

    Di tingkat internasional, Gallup Law and Order Index 2025 menempatkan Indonesia pada skor sekitar 89 poin, salah satu yang tertinggi di Asia. Lebih dari 80 persen responden Indonesia menyatakan merasa aman berjalan sendirian di malam hari, dan mayoritas menyatakan percaya pada kehadiran polisi di lingkungan mereka. Data ini menunjukkan bahwa fungsi dasar kepolisian sebagai penjaga rasa aman mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

    Namun, meningkatnya kepercayaan publik justru memperbesar tanggung jawab Polri. Kepercayaan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanat yang harus dijaga melalui kerja yang konsisten, bersih, dan berintegritas. Setiap penyimpangan, sekecil apa pun, berpotensi merusak kepercayaan yang dibangun melalui proses panjang.

    Seruan Kapolri sesungguhnya adalah ajakan untuk menggeser pusat perjuangan Polri menuju ikhtiar membantu Kepala Negara dalam menghadirkan negara secara nyata di tengah rakyat. Sebuah ikhtiar untuk memperkuat langkah-langkah melindungi, mengayomi, dan melayani setiap warga negara dengan penuh ketulusan.

    Ia adalah panggilan agar Polri menjadi bagian penting dari percepatan tercapainya kesejahteraan rakyat, sekaligus penopang terangkatnya martabat kemanusiaan. Bahwa setiap tugas kepolisian, sekecil apa pun, pada akhirnya harus bermuara pada satu tujuan: membuat rakyat merasa aman, dihormati, dan dimuliakan oleh negara.

    Dalam kerangka ini, pengabdian Polri tidak lagi hanya diukur dari keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga dari kualitas pelayanan publik serta sejauh mana negara benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

    Dalam praktiknya, semangat perjuangan tersebut harus tampak dalam hal-hal yang konkret: pelayanan yang cepat dan tidak berbelit, proses hukum yang transparan, perlindungan yang nyata bagi korban, serta sikap profesional dan berempati dalam setiap interaksi dengan warga.

    Di sinilah “titik darah penghabisan” menjadi ukuran etika kerja: sejauh mana Polri mau mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi, kelompok, atau sekadar citra institusi.

    Kritik masyarakat terhadap Polri justru perlu terus dibuka dan difasilitasi dengan saluran yang mudah, aman, dan transparan. Keluhan mengenai pelayanan yang belum merata, dugaan penyalahgunaan wewenang, serta penanganan perkara yang dianggap belum sepenuhnya adil harus dipandang sebagai bagian dari kontrol publik yang sehat. Di sanalah proses perbaikan institusi menemukan energinya.

    Dengan demikian, seruan “berjuang sampai titik darah penghabisan” adalah perintah untuk menjaga kepercayaan Presiden dan harapan rakyat yang begitu besar melalui kerja nyata yang terukur. Bukan dengan retorika, melainkan dengan profesionalisme dan integritas. Bukan dengan simbol, melainkan dengan pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

    Polri di bawah Presiden adalah Polri yang mengemban amanat Kepala Negara. Polri yang dipercaya dan dicintai rakyat adalah Polri yang mampu menerjemahkan amanat itu menjadi pilar utama terciptanya rasa aman, hadirnya keadilan di tengah masyarakat, serta terjaganya martabat kemanusiaan.

    Perlu dicatat bahwa seruan perjuangan hingga titik darah penghabisan merupakan deklarasi Kapolri untuk menjalankan amanat langsung Presiden dengan kesungguhan penuh, agar Polri menjadi bagian penting dalam terciptanya kesejahteraan rakyat. Ia adalah komitmen institusional bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga harapan sosial dan keadilan publik.

  • Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran 500 Butir Ekstasi di Apartemen Jakbar, Dua Pria Diamankan

    Polda Metro Jaya Ungkap Peredaran 500 Butir Ekstasi di Apartemen Jakbar, Dua Pria Diamankan

    Jakarta – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis ekstasi di wilayah Jakarta Barat. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang tersangka beserta barang bukti berupa 500 butir pil ekstasi.

    Plh Kanit 4 Subdit 1 Ditresnarkoba PMJ, AKP Joko, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan narkotika di kawasan Jakarta Barat.

    Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Subdit 1 Ditresnarkoba PMJ langsung melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi yang dimaksud. Petugas kemudian mengamankan dua orang tersangka dan melakukan penggeledahan di tempat kejadian perkara.

    Kedua tersangka masing-masing berinisial A (35) dan F (25), keduanya berjenis kelamin laki-laki. Mereka diamankan di Apartemen Mediterania, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

    “Mengamankan dua orang tersangka berinisial A dan F di sebuah apartemen di wilayah Jakarta Barat,” ujar AKP Joko.

    Dari tangan para tersangka, petugas menyita 500 butir narkotika jenis ekstasi serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkoba.

    “Setelah kami geledah, kami mengamankan 500 butir ekstasi” tambah AKP Joko

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua tersangka mengakui bahwa barang haram tersebut diperoleh dari seseorang berinisial A yang saat ini berstatus daftar pencarian orang (DPO). Narkotika jenis ekstasi tersebut didapat melalui pengiriman jasa ekspedisi.

    Saat ini, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

  • Peringati 25 tahun, Pamor Persada kirim bantuan 10 truk ke Sumatera

    Peringati 25 tahun, Pamor Persada kirim bantuan 10 truk ke Sumatera

    Jakarta Timur – Paguyuban Pamor Persada memperingati hari jadinya yang ke-25 melalui kegiatan bertajuk “25th Pamor Persada: Rapatkan Barisan, Lanjutkan Pengabdian untuk Indonesia Maju dan Sejahtera” yang digelar di Shelter Lapangan Tembak VIP Djamsuri Brigade Parako 1 Pasgat, Jakarta Timur, Minggu (14/12/2025).

    Ketua Panitia Bantuan Sosial Kolonel Pasukan Helmi Ardiyanto Nange mengatakan, peringatan 25 tahun Pamor Persada menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat.

    “Peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi kami isi dengan kegiatan bakti sosial sebagai wujud nyata pengabdian Pamor Persada kepada masyarakat,” kata Helmi.

    Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Paguyuban Sanika Satyawada Kombes Pol Budi Hermanto. Ia menegaskan bahwa Pamor Persada merupakan wadah pemersatu lintas paguyuban yang harus terus menjaga soliditas, loyalitas, dan nilai kebangsaan.

    “Kekuatan Pamor Persada ada pada kebersamaan. Dengan persatuan yang kuat, pengabdian kepada bangsa dan negara akan terus berlanjut,” ujar Budi.

    Sementara itu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), lulusan Akademi Militer 2000 yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, mengapresiasi konsistensi Pamor Persada selama 25 tahun dalam merawat persaudaraan dan semangat pengabdian.

    “Semangat rapatkan barisan dan melanjutkan pengabdian seperti yang dilakukan Pamor Persada sangat penting dalam menjaga persatuan serta mendukung Indonesia yang maju dan sejahtera,” kata AHY.

    Acara tersebut turut dihadiri Ketua Paguyuban Parikesit Brigadir Jenderal Rio Neswan, Ketua Paguyuban Moro Prabu Laksamana Pertama Dedi Komarudin, serta Ketua Paguyuban Imperium Kolonel Elektronika Rani Partono.

    Peringatan 25 tahun Pamor Persada menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen seluruh anggota untuk terus merapatkan barisan serta melanjutkan pengabdian nyata bagi bangsa dan negara.

  • Ringankan beban pedagang Kalibata, Polda Metro berikan Bantuan.

    Ringankan beban pedagang Kalibata, Polda Metro berikan Bantuan.

    Polda Metro Jaya menyalurkan bantuan modal kepada pedagang di kawasan depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, yang terdampak aksi balas dendam kelompok debt collector atau mata elang. Bantuan tersebut diberikan sebagai langkah awal agar pedagang dapat kembali berjualan setelah kehilangan lapak dan modal usaha.

    Koordinator pedagang Kalibata, Purwanto, mengatakan bantuan disampaikan saat pertemuan perwakilan pedagang dengan Polda Metro Jaya. Pertemuan itu dihadiri Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono yang mewakili Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. “Alhamdulillah kami tadi dipanggil ke Polda Metro. Wakapolda mewakili Kapolda Metro mengundang kami. Pertama menyampaikan prihatin dan menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini,” ujar Purwanto kepada wartawan, Sabtu (13/12/2025).

    Selain bantuan modal, Polda Metro Jaya juga menjanjikan pengamanan saat para pedagang kembali beraktivitas di lokasi. “Kedua, akan membekali kami pengamanan saat kami beraktivitas berjualan lagi. Alhamdulillah memberikan bantuan, seberapapun bantuan kami terima, kami ucapkan terima kasih,” katanya.

    Meski demikian, Purwanto menyebut para pedagang belum bisa langsung kembali berjualan. Selain masih trauma, sebagian besar pedagang kehilangan seluruh modal akibat kerusuhan. “Untuk kondisi pedagang saat ini, kami belum keluar dulu. Meskipun sudah kondusif, kami kehabisan modal,” ujarnya. Ia juga memastikan bantuan modal dari Kapolda Metro Jaya akan dibagikan secara adil dan transparan sesuai tingkat kerusakan masing-masing lapak. “Kami akan bagikan adil sesuai porsinya masing-masing karena kerusakannya berbeda-beda,” kata Purwanto.

    Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan ulang pedagang untuk memastikan bantuan tepat sasaran. “Meskipun sudah ada bantuan modal dari Kapolda Metro Jaya, kami belum bisa bagikan karena ini harus transparan pembagiannya,” ujarnya. Berdasarkan data koordinator pedagang, terdapat 42 pedagang tenda bongkar pasang dan 22 pedagang permanen di kawasan tersebut. Total ada 64 tenda yang sebelumnya digunakan sekitar 40 pedagang.

    Seperti diberitakan sebelumnya, kerusuhan di Kalibata dipicu aksi balas dendam kelompok debt collector setelah dua anggotanya tewas dikeroyok anggota Yanma Mabes Polri. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan kios pedagang dan sejumlah kendaraan terbakar, dengan total kerugian ditaksir hampir Rp1,2 miliar.

  • Tim SAR Polri : Komitmen Tak Kenal Lelah Tim SAR Korpolairud di Garis Depan Bencana

    Tim SAR Polri : Komitmen Tak Kenal Lelah Tim SAR Korpolairud di Garis Depan Bencana

    Di garis depan bencana, tim SAR Korpolairud berdiri bukan karena kami tidak punya rasa takut atau lelah, tetapi karena kami tahu ada orang lain yang kehilangan lebih besar dari kami. Kami meninggalkan keluarga di rumah, karena di sini ada ayah, ibu, anak, dan saudara-saudara kita yang sedang berjuang menata hidupnya kembali.

    Kami mungkin bukan jawaban atas semua luka, keberadaan kami mungkin terlihat kecil di tengah besarnya duka. Tapi satu hal yang bisa kami janjikan: kami tidak akan diam. We will keep moving, we will keep showing up. supaya tak ada yang merasa ditinggalkan. Negara hadir bukan hanya lewat seragam, tapi lewat setiap tangan yang terulur dan setiap hati yang ikut merasakan pedihnya kehilangan.

    Letih, perih, dan lelah ini suatu hari akan terbayar. bukan dengan penghargaan, tetapi dengan melihat satu demi satu saudara kita bisa tersenyum lagi. This too shall pass. The storm will not last forever. Ayo, kita bergandeng tangan, berjuang bersama. Because we are stronger together.